Agustus 20, 2026
Gila Bola (5)
2 Gol Xuan Son Antar The Golden Star ke Final ASEAN Championship 2026

Vietnam Kembali ke Final, Malaysia Gagal Membalikkan Keadaan

Vietnam memastikan tempat di final ASEAN Championship 2026 setelah mengalahkan Malaysia 2-0 pada semifinal leg kedua di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu malam, 19 Agustus 2026.

Dua gol kemenangan Vietnam dicetak Nguyen Xuan Son pada menit ke-62 dan menit ke-89. Hasil tersebut membuat Vietnam melaju dengan keunggulan agregat 4-0, setelah sebelumnya juga menang 2-0 pada leg pertama di Kuala Lumpur.

Kemenangan ini sekaligus membawa Vietnam kembali ke partai final setelah pada semifinal mereka tampil sangat dominan dalam dua pertemuan. Di final, Vietnam akan menghadapi Thailand yang sebelumnya menyingkirkan Singapura dengan agregat 4-3.

Vietnam Langsung Menekan Sejak Awal

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Vietnam tidak ingin memberikan kesempatan kepada Malaysia untuk membangun momentum comeback.

Tim asuhan Kim Sang-sik langsung bermain agresif. Nguyen Dinh Bac beberapa kali menjadi sumber ancaman dari sisi kanan, sementara lini tengah Vietnam berusaha menjaga sirkulasi bola tetap cepat.

Pada menit-menit awal, Vietnam bahkan hampir membuka keunggulan. Umpan silang Dinh Bac mengarah ke Phan Tuan Tai, tetapi penyelesaian akhirnya masih melebar.

Azri Ghani Jadi Penghalang Utama

Penampilan Azri Ghani menjadi salah satu alasan Malaysia mampu bertahan cukup lama.

Kiper Malaysia tersebut beberapa kali melakukan penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang dari Doan Van Hau dan Nguyen Quang Hai. Tekanan Vietnam semakin meningkat menjelang akhir babak pertama, tetapi Malaysia berhasil menjaga gawangnya tetap tidak kebobolan.

Malaysia Mulai Keluar dari Tekanan

Setelah sepanjang babak pertama lebih banyak bertahan, Malaysia mulai berani mengambil risiko selepas jeda.

Situasi tersebut membuat pertandingan menjadi lebih terbuka. Malaysia memperoleh beberapa kesempatan melalui serangan cepat, termasuk peluang G. Pavithran yang memaksa Patrik Le Giang melakukan penyelamatan.

Namun, keputusan Malaysia untuk lebih menyerang juga memberikan ruang kepada Vietnam.

Di sinilah pengalaman serta kualitas lini depan Vietnam mulai menjadi pembeda.

Xuan Son Pecahkan Kebuntuan

Kim Sang-sik kemudian memasukkan Nguyen Xuan Son pada menit ke-59.

Pergantian tersebut langsung memberikan dampak besar.

Hanya beberapa menit setelah masuk, Xuan Son berhasil memanfaatkan bola hasil tembakan Truong Tien Anh yang sebelumnya diblok pertahanan Malaysia. Pada menit ke-62, sang penyerang menyambar bola tersebut dan membawa Vietnam unggul 1-0.

Gol tersebut praktis membuat tugas Malaysia semakin berat. Secara agregat, Vietnam kini unggul 3-0.

Vietnam Semakin Nyaman

Setelah unggul, Vietnam tidak lagi terburu-buru mencari gol tambahan.

Mereka memainkan bola dengan lebih tenang sembari menunggu Malaysia membuka ruang. Pendekatan tersebut membuat The Golden Star mampu mengontrol jalannya pertandingan tanpa harus mengambil risiko berlebihan.

Malaysia sebenarnya terus mencoba mencari gol, tetapi pertahanan Vietnam tampil cukup disiplin.

Xuan Son Kembali Menghukum Malaysia

Memasuki menit-menit akhir, Vietnam kembali menunjukkan kualitas serangannya.

Xuan Son mendapatkan ruang di sisi kiri, kemudian bergerak masuk ke area pertahanan Malaysia. Dengan penyelesaian kuat, ia kembali menaklukkan Azri Ghani pada menit ke-89.

Gol kedua tersebut sekaligus memastikan kemenangan 2-0 untuk Vietnam dan membuat agregat berubah menjadi 4-0.

Dengan dua gol tersebut, Xuan Son kini mengoleksi lima gol di ASEAN Championship 2026 dan menyamai Nguyen Dinh Bac sebagai pencetak gol terbanyak sementara turnamen dengan satu pertandingan final masih tersisa.

Analisa Taktik Vietnam vs Malaysia

Vietnam memperlihatkan pendekatan yang sangat efektif dalam pertandingan ini.

Keunggulan 2-0 dari leg pertama membuat mereka tidak memiliki kewajiban untuk bermain terburu-buru. Namun, bermain di kandang membuat Vietnam tetap tampil agresif untuk mengontrol pertandingan.

Kunci lainnya adalah kemampuan Vietnam mengubah tempo. Ketika Malaysia bertahan dalam blok rendah, Vietnam sabar memindahkan bola dari satu sisi ke sisi lainnya.

Begitu Malaysia mulai keluar menyerang, ruang di belakang lini pertahanan mulai terbuka. Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Xuan Son.

Xuan Son Jadi Pembeda

Masuk sebagai pemain pengganti, Xuan Son langsung mengubah pertandingan.

Dua golnya menunjukkan kualitas seorang penyerang yang mampu membaca ruang dan memanfaatkan peluang dengan cepat. Tidak mengherankan jika ia kemudian dinobatkan sebagai Hyundai Player of the Match.

Kontribusinya juga menjadi kabar positif bagi Vietnam menjelang final. Dengan ketajaman Xuan Son yang sedang berada di level terbaik, lini belakang Thailand harus memberikan perhatian ekstra pada pemain kelahiran Brasil tersebut.

Malaysia Gagal Menciptakan Comeback

Malaysia sebenarnya membutuhkan pertandingan luar biasa untuk membalikkan defisit dua gol dari leg pertama.

Mereka mampu memberikan perlawanan, terutama ketika memasuki babak kedua. Namun, masalah terbesar terlihat pada efektivitas serangan.

Setelah Vietnam mencetak gol pertama, Malaysia semakin kesulitan menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Gol kedua Xuan Son pada menit ke-89 akhirnya memastikan perjalanan Harimau Malaya berakhir di semifinal.

Vietnam Bertemu Thailand di Final

Kemenangan agregat 4-0 membawa Vietnam ke final ASEAN Championship 2026. Lawan yang menunggu mereka adalah Thailand, yang sehari sebelumnya memastikan kelolosan setelah mengalahkan Singapura 1-2 pada leg kedua, tetapi menang agregat 4-3.

Pertemuan Vietnam dan Thailand akan menjadi ulangan final 2024. Vietnam juga memiliki peluang mempertahankan gelar sekaligus memberikan kesempatan kepada Kim Sang-sik untuk mencatat sejarah baru. Jika kembali juara, ia berpotensi menjadi pelatih pertama yang membawa Vietnam mempertahankan gelar ASEAN Championship.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *