Jerman mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan penampilan yang sangat meyakinkan setelah menghancurkan Curacao 7-1 dalam laga Grup E yang berlangsung di Houston. Skor telak tersebut menjadi kemenangan terbesar sejauh ini pada turnamen dan langsung menempatkan Jerman sebagai salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh di kompetisi tahun ini.
Sejak peluit awal dibunyikan, tim asuhan Julian Nagelsmann tidak memberikan kesempatan kepada Curacao untuk beradaptasi dengan ritme pertandingan. Baru enam menit laga berjalan, Felix Nmecha berhasil membuka keunggulan setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan. Gol cepat tersebut menjadi sinyal bahwa Jerman datang dengan ambisi besar untuk mendominasi pertandingan sejak awal.
Namun pertandingan sempat menghadirkan kejutan yang tidak diduga banyak pihak. Curacao, yang menjalani debut bersejarah mereka di Piala Dunia, mampu menyamakan kedudukan melalui Livano Comenencia. Gol tersebut langsung menciptakan suasana emosional di stadion karena menjadi gol pertama dalam sejarah Curacao di putaran final Piala Dunia. Para pemain dan ribuan pendukung mereka merayakan momen tersebut layaknya sebuah kemenangan.
Sayangnya bagi Curacao, kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Setelah skor menjadi 1-1, Jerman justru meningkatkan intensitas permainan secara drastis. Penguasaan bola yang dominan dipadukan dengan pergerakan tanpa bola yang agresif membuat pertahanan Curacao mulai kehilangan organisasi permainan.
Lini tengah Jerman menjadi pusat kendali pertandingan. Mereka mampu mengalirkan bola dengan cepat dari satu sisi ke sisi lain, memaksa para pemain Curacao terus berlari mengejar permainan. Ketika ruang mulai terbuka, serangan Jerman datang bergelombang melalui berbagai jalur, baik dari sisi sayap maupun kombinasi cepat di area tengah.
Kai Havertz menjadi sosok yang paling menonjol sepanjang pertandingan. Penyerang Arsenal tersebut menunjukkan kualitasnya sebagai ujung tombak utama dengan mencetak dua gol serta aktif terlibat dalam berbagai skema serangan. Pergerakannya yang sulit diprediksi membuat lini belakang Curacao berkali-kali kehilangan posisi. Penampilan impresif itu membuat Havertz dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Selain Havertz, Jamal Musiala kembali memperlihatkan mengapa dirinya dianggap sebagai salah satu talenta paling berbahaya di dunia saat ini. Kemampuannya membawa bola dalam ruang sempit menjadi ancaman konstan bagi pertahanan lawan. Setiap kali Musiala mendapatkan ruang, Curacao terlihat kesulitan menghentikan akselerasinya tanpa melakukan pelanggaran.
Memasuki babak kedua, perbedaan kualitas kedua tim semakin terlihat jelas. Curacao sebenarnya tetap berusaha bermain terbuka dan tidak sepenuhnya bertahan. Pendekatan berani tersebut mendapat apresiasi dari banyak pengamat karena mereka tetap mencoba menyerang meski menghadapi salah satu raksasa sepak bola dunia. Namun keberanian itu juga meninggalkan banyak ruang kosong yang dimanfaatkan secara maksimal oleh para pemain Jerman.
Nathaniel Brown dan Deniz Undav turut mencatatkan nama mereka di papan skor. Kedalaman skuad Jerman terlihat sangat menakutkan karena pemain yang masuk dari bangku cadangan tetap mampu memberikan dampak besar terhadap jalannya pertandingan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi Nagelsmann menjelang laga-laga yang lebih berat di fase grup maupun babak gugur nanti.
Secara statistik permainan, dominasi Jerman tidak hanya tercermin dari jumlah gol. Mereka unggul dalam penguasaan bola, jumlah peluang, serta efektivitas penyelesaian akhir. Curacao beberapa kali mencoba melakukan serangan balik cepat, tetapi setiap kehilangan bola langsung dibalas dengan tekanan tinggi dari para pemain Jerman. Strategi gegenpressing yang diterapkan membuat Curacao kesulitan membangun serangan secara konsisten.
Meski kebobolan tujuh gol, Curacao tetap meninggalkan kesan positif bagi banyak penonton netral. Sebagai negara dengan populasi sekitar 156 ribu jiwa dan peserta debutan Piala Dunia, mereka menunjukkan keberanian luar biasa untuk tetap bermain sepak bola menyerang. Bahkan banyak komentar penggemar sepak bola internasional memuji semangat juang mereka yang tidak menyerah meski tertinggal jauh.
Salah satu cerita menarik dari pertandingan ini adalah keberhasilan Curacao mencetak gol bersejarah ke gawang tim empat kali juara dunia. Momen tersebut menjadi catatan yang akan selalu dikenang oleh sepak bola Curacao, terlepas dari hasil akhir yang berat.
Bagi Jerman, kemenangan 7-1 menjadi pernyataan tegas kepada para rival bahwa mereka datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar. Kombinasi pemain muda dan berpengalaman terlihat menyatu dengan baik, sementara efektivitas serangan mereka menjadi salah satu yang paling mengesankan pada pekan pertama turnamen. Tantangan berikutnya melawan Ivory Coast akan menjadi ujian yang lebih realistis untuk mengukur seberapa jauh kekuatan sesungguhnya dari Die Mannschaft pada edisi kali ini.