Pertandingan antara Irak dan Norwegia pada laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026 menghadirkan cerita yang jauh lebih menarik dibandingkan hasil akhir yang terlihat di papan skor. Meski Norwegia menang meyakinkan 4-1, jalannya pertandingan menunjukkan bahwa Irak mampu memberikan perlawanan sengit dan bahkan sempat membuat tim Skandinavia berada dalam tekanan cukup besar.
Laga yang berlangsung di Boston Stadium ini menjadi momen bersejarah bagi kedua negara. Irak kembali tampil di Piala Dunia setelah penantian selama 40 tahun sejak edisi 1986, sementara Norwegia akhirnya mengakhiri absensi panjang selama 28 tahun dari panggung terbesar sepak bola dunia.
Sejak menit awal, Norwegia mencoba menguasai permainan melalui kombinasi Martin Ødegaard dan Fredrik Aursnes di lini tengah. Mereka berusaha mengalirkan bola dengan cepat menuju Erling Haaland dan Alexander Sørloth yang menjadi ancaman utama di lini depan. Namun Irak tampil disiplin dan tidak membiarkan lawannya mendominasi sepenuhnya.
Tekanan Norwegia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-29. Sebuah serangan dari sisi kiri menghasilkan umpan silang rendah yang berhasil diselesaikan Haaland di depan gawang. Gol tersebut menjadi gol pertama Haaland di putaran final Piala Dunia dan langsung membuktikan mengapa dirinya dianggap sebagai salah satu striker paling berbahaya di dunia saat ini.
Namun Irak tidak kehilangan kepercayaan diri setelah tertinggal. Justru setelah kebobolan, mereka mulai tampil lebih berani dan meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-39 ketika kapten sekaligus striker andalan mereka, Aymen Hussein, memenangkan duel udara melawan beberapa pemain bertahan Norwegia sebelum menyundul bola ke gawang. Gol itu memicu semangat para pemain Irak dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Pada periode inilah Irak memainkan sepak bola terbaik mereka. Kombinasi Ali Jasim, Amir Al-Ammari, dan Ibrahim Bayesh beberapa kali berhasil membongkar pertahanan Norwegia. Bahkan sejumlah pengamat menilai Norwegia terlihat cukup rapuh saat menghadapi tekanan tinggi dari wakil Asia tersebut.
Momen yang mengubah arah pertandingan terjadi menjelang turun minum. Sebuah umpan balik yang kurang sempurna membuat penjaga gawang Irak, Jalal Hassan, ragu mengambil keputusan. Kesalahan komunikasi itu dimanfaatkan Haaland dengan sangat cerdas. Bola yang mengenai dirinya justru memantul masuk ke gawang dan membawa Norwegia kembali unggul sebelum babak pertama berakhir. Gol tersebut menjadi pukulan psikologis yang sangat berat bagi Irak.
Memasuki babak kedua, Irak sebenarnya masih berusaha mengejar ketertinggalan. Mereka beberapa kali mampu menciptakan peluang melalui serangan dari sisi sayap dan bola mati. Namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang membuat peluang-peluang tersebut gagal menghasilkan gol tambahan.
Sementara itu, Norwegia menunjukkan kualitas yang dimiliki tim-tim besar. Meski tidak selalu mendominasi permainan, mereka sangat efisien dalam memanfaatkan peluang. Kehadiran Ødegaard sebagai kreator serangan dan Haaland sebagai finisher membuat setiap serangan Norwegia terasa berbahaya.
Gol ketiga Norwegia lahir pada menit ke-76 melalui Leo Østigård. Bek tengah tersebut berhasil memanfaatkan situasi bola mati dan menyundul bola masuk ke gawang Irak. Gol ini praktis mengakhiri harapan Irak untuk mengejar ketertinggalan karena setelahnya tempo permainan mulai sepenuhnya dikuasai Norwegia.
Pada masa injury time, nasib buruk kembali menimpa Irak. Dalam situasi kemelut di depan gawang, Aymen Hussein yang sebelumnya menjadi pahlawan lewat gol penyeimbang justru mencetak gol bunuh diri. Bola yang berusaha ia halau malah masuk ke gawang sendiri dan memastikan kemenangan telak Norwegia.
Dari sisi taktik, Norwegia memperlihatkan kualitas lini depan yang sangat tajam, tetapi mereka juga meninggalkan beberapa tanda tanya di sektor pertahanan. Selama periode tertentu, Irak mampu menekan dan menciptakan peluang berbahaya. Bahkan sejumlah penggemar Norwegia di forum sepak bola internasional mengakui bahwa skor akhir 4-1 sedikit menutupi fakta bahwa pertandingan berlangsung lebih sulit daripada yang diperkirakan.
Penampilan Haaland menjadi sorotan utama sepanjang pertandingan. Dua gol yang ia cetak membuat koleksi gol internasionalnya terus bertambah dan memperkuat statusnya sebagai pemain kunci Norwegia dalam upaya melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Kombinasinya bersama Ødegaard menjadi senjata yang berpotensi merepotkan tim-tim besar lainnya di Grup I.
Di kubu Irak, meski harus pulang tanpa poin, banyak hal positif yang bisa dibawa dari pertandingan ini. Semangat juang, keberanian menyerang, dan kemampuan mereka menciptakan tekanan terhadap tim unggulan menunjukkan bahwa Irak bukan sekadar pelengkap di turnamen ini. Jika mampu mengurangi kesalahan individu dan meningkatkan efektivitas di depan gawang, mereka masih berpeluang memberikan kejutan pada pertandingan berikutnya melawan Prancis.