
Pertandingan panas Persija Jakarta vs Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027 berakhir dramatis. Persija berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Persib dalam duel yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Kemenangan ini terasa semakin istimewa bagi Persija karena tiga poin ditentukan melalui gol pada masa injury time. Setelah pertandingan sempat berada dalam kedudukan 1-1, Ivan Mamut muncul sebagai penentu dan membuat SUGBK kembali bergemuruh.
Hasil tersebut juga membuat Persija melanjutkan start sempurna di Super League musim 2026/2027. Macan Kemayoran telah mengoleksi enam poin dari dua pertandingan, sedangkan Persib harus menerima kekalahan pertama setelah sebelumnya membuka musim dengan kemenangan.
Persija Lebih Agresif Sejak Awal Pertandingan
Persija memperlihatkan pendekatan yang lebih agresif pada awal pertandingan. Tekanan dilakukan sejak lini depan sehingga Persib tidak mudah membangun serangan dari area pertahanan sendiri.
Stjepan Loncar menjadi salah satu pemain yang aktif menghubungkan lini tengah dengan sektor depan. Arlyansyah Abdulmanan juga memberikan ancaman melalui pergerakan di area serang. Persib pada periode awal pertandingan lebih banyak menunggu momentum untuk melancarkan serangan balik.
Strategi tersebut membuat Persija lebih sering berada di wilayah pertahanan Persib. Namun, dominasi permainan belum langsung menghasilkan gol karena pertahanan Maung Bandung masih mampu menjaga area berbahaya.
Persija akhirnya menemukan celah menjelang turun minum.
Jeremejeff Membuka Keunggulan Persija
Gol pertama pertandingan tercipta pada menit ke-41.
Denis Kolinger melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti Persib sebelum mengirimkan umpan silang yang kemudian diselesaikan Alexander Jeremejeff dari dekat gawang. Penyelesaian tersebut membawa Persija unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi gambaran dari efektivitas serangan Persija. Mereka tidak harus menciptakan terlalu banyak peluang bersih untuk mendapatkan keunggulan karena pergerakan dari sisi lapangan berhasil membuka ruang di depan gawang.
Sebaliknya, Persib mengalami kesulitan menciptakan ancaman serius pada babak pertama. Bahkan, laporan pertandingan mencatat Persib tidak menghasilkan tembakan tepat sasaran sepanjang 45 menit pertama, sementara Persija mencatat dua tembakan yang mengarah ke gawang.
Pergantian Pemain Mengubah Permainan Persib
Memasuki babak kedua, Persib mencoba mengubah situasi melalui pergantian pemain. Daniel Loncar ditarik keluar dan digantikan Kakang Rudianto.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya Igor Tolic untuk membuat permainan Persib lebih agresif. Maung Bandung mulai lebih berani menaikkan garis permainan dan mencari ruang melalui bola-bola dari sisi sayap.
Perubahan itu perlahan memberikan hasil.
Pada menit ke-55, Persib akhirnya mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama mereka. Bola hasil tendangan bebas Thom Haye disambut sundulan Gabriel Mutombo, tetapi Nadeo Arga Winata masih mampu mengamankan peluang tersebut.
Momentum Persib mulai terlihat semakin kuat setelah itu.
Balsa Sekulic Membawa Persib Kembali ke Pertandingan
Tekanan Persib akhirnya membuahkan gol pada menit ke-82.
Balsa Sekulic berhasil mencetak gol setelah menerima umpan dari Luka Menalo. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan kembali terbuka menjelang akhir laga.
Gol tersebut menunjukkan perubahan besar dalam permainan Persib setelah turun minum. Jika pada babak pertama mereka kesulitan menghasilkan peluang tepat sasaran, pada babak kedua Persib mampu menaikkan intensitas dan memaksa Persija bertahan lebih dalam.
Di sisi lain, Persija mulai menghadapi persoalan berbeda. Keunggulan yang mereka bangun sejak menit ke-41 terancam hilang setelah Persib mendapatkan momentum.
Namun, Macan Kemayoran belum menyerah.
Ivan Mamut Jadi Pembeda pada Menit 90+5
Ketika pertandingan terlihat akan berakhir imbang, Persija justru mendapatkan momen penentu.
Stjepan Loncar mengirimkan umpan silang pada masa tambahan waktu. Ivan Mamut kemudian menyambut bola tersebut dengan sundulan yang mengarah ke gawang Persib.
Gol pada menit 90+5 itu mengubah skor menjadi 2-1 untuk Persija sekaligus memastikan tiga poin tetap berada di tangan tuan rumah.
Gol tersebut bukan hanya menentukan hasil pertandingan, tetapi juga memperlihatkan kemampuan Persija untuk tetap mencari peluang meski pertandingan sudah memasuki detik-detik terakhir.
Persija Menang karena Lebih Efektif Mengelola Momentum
Jika melihat jalannya pertandingan, kemenangan Persija tidak semata-mata ditentukan oleh penguasaan permainan. Faktor yang lebih terlihat adalah efektivitas dalam memanfaatkan momen penting.
Persija mampu mencetak gol ketika tekanan mereka menghasilkan ruang pada babak pertama. Setelah Persib menyamakan kedudukan, mereka kembali menemukan cara untuk menyerang melalui bola dari sisi lapangan.
Sementara itu, Persib sebenarnya berhasil melakukan perbaikan signifikan setelah turun minum. Pergantian pemain dan peningkatan intensitas membuat permainan menjadi jauh lebih seimbang.
Masalahnya, Persib kembali kehilangan konsentrasi pada fase paling krusial.
Persib Kehilangan Fokus di Pengujung Laga
Kebobolan pada menit 90+5 menjadi bagian paling menyakitkan bagi Persib. Setelah berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-82, Maung Bandung sebenarnya memiliki peluang untuk membawa pulang satu poin.
Namun, situasi bola mati dan umpan silang kembali menjadi masalah ketika Ivan Mamut mendapatkan ruang untuk melakukan sundulan.
Dalam pertandingan dengan tensi setinggi Persija vs Persib, konsentrasi beberapa detik saja dapat menentukan hasil akhir. Persib mampu bangkit dari ketertinggalan 0-1, tetapi tidak berhasil mempertahankan skor 1-1 sampai peluit panjang.
Persija Menjaga Start Sempurna
Kemenangan atas Persib membuat Persija mengawali Super League 2026/2027 dengan dua kemenangan beruntun.
Setelah meraih kemenangan pada pertandingan pertama, Macan Kemayoran kembali mengamankan tiga poin dari laga besar kontra Persib. Total enam poin membuat Persija berada di papan atas klasemen sementara.
Sebaliknya, Persib kini memiliki tiga poin dari dua pertandingan. Kekalahan tersebut membuat juara bertahan harus segera melakukan evaluasi sebelum memasuki pertandingan berikutnya.
Bagi Persija, kemenangan dramatis ini bisa menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan diri. Sementara bagi Persib, pertandingan di SUGBK memperlihatkan bahwa perbaikan setelah jeda sudah memberikan dampak, tetapi konsentrasi di menit-menit akhir masih menjadi pekerjaan yang harus segera dibenahi.