September 11, 2026
Gila Bola (6)
Debut Bersejarah Berbuah Kemenangan bagi Como

Como 1907 membuat kejutan besar pada debut mereka di UEFA Champions League 2026/2027. Bermain di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Kamis malam, 10 September 2026, Como tampil berani dan berhasil menghancurkan RB Leipzig dengan skor 4-1. Hasil tersebut menjadi salah satu cerita terbesar pada game week pertama kompetisi elite Eropa musim ini.

Kemenangan ini terasa semakin spesial karena Como baru pertama kali tampil di fase utama Liga Champions. Klub yang beberapa tahun lalu masih berkompetisi di kasta bawah sepak bola Italia tersebut kini berhasil mengalahkan klub Jerman dengan pengalaman lebih banyak di pentas Eropa.

Lebih menarik lagi, Como menjadi satu-satunya wakil Italia yang meraih kemenangan pada game week 1 UCL 2026/2027. Napoli harus mengakui keunggulan Arsenal 0-1, Inter Milan tumbang 1-2 dari Real Madrid, sedangkan AS Roma bermain imbang 1-1 ketika bertandang ke markas Fenerbahce.

Baturina Ciptakan Gol Bersejarah

Como tidak terlihat gugup meskipun ini merupakan pertandingan pertama mereka di panggung Champions League.

Setelah melewati beberapa menit awal dengan tekanan dari Leipzig, tuan rumah mulai menemukan ritme permainan. Para pemain Como berusaha menjaga bola lebih lama sekaligus mencari ruang di belakang pertahanan lawan.

Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-15.

Martin Baturina mencetak gol yang langsung tercatat sebagai bagian penting dalam sejarah Como. Gelandang tersebut membuka keunggulan sekaligus mencetak gol pertama Como dalam sejarah Liga Champions.

Gol tersebut membuat suasana Stadion Sinigaglia semakin bergemuruh. Para pemain Como kemudian bermain dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi.

Leipzig yang awalnya mencoba mengambil kendali justru mulai kesulitan menjaga keseimbangan antara lini tengah dan pertahanan.

Douvikas Menggandakan Keunggulan

Como tidak berhenti setelah mencetak gol pertama.

Permainan mereka semakin terorganisasi. Nico Paz dan Luis Milla menjadi dua pemain penting dalam menjaga aliran bola di lini tengah. Keduanya membantu Como keluar dari tekanan sekaligus menciptakan jalur serangan menuju lini depan.

Leipzig mulai terlihat kehilangan kontrol ketika Como mampu melakukan transisi dengan cepat.

Pada menit ke-38, Tasos Douvikas berhasil mencetak gol kedua.

Skor berubah menjadi 2-0 dan situasi tersebut membuat Como semakin nyaman memasuki akhir babak pertama.

Leipzig sebenarnya memiliki beberapa kesempatan untuk memberikan respons. Namun, penyelesaian akhir mereka tidak cukup efektif untuk mengubah momentum.

Como akhirnya menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol.

Como Semakin Berani Setelah Jeda

Memasuki babak kedua, Leipzig mencoba mengubah pendekatan.

Tim asal Jerman tersebut mulai bermain lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan. Namun, langkah tersebut justru memberikan Como ruang untuk melakukan serangan balik.

Como tidak terlihat seperti tim yang sedang menjalani debut di kompetisi terbesar Eropa.

Pasukan Cesc Fabregas tetap tenang ketika mendapatkan tekanan. Mereka tidak sekadar bertahan di wilayah sendiri, tetapi berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyerang balik.

Pendekatan tersebut kembali menghasilkan gol.

Assane Diao Membuat Leipzig Semakin Tertekan

Pada menit ke-54, Assane Diao mencetak gol ketiga Como.

Gol tersebut menjadi pukulan berat bagi Leipzig karena terjadi ketika mereka sedang berusaha membangun momentum setelah turun minum.

Kedudukan 3-0 membuat Como berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Leipzig membutuhkan setidaknya tiga gol untuk menyamakan pertandingan, sementara struktur pertahanan mereka mulai memberikan ruang lebih besar.

Bagi Como, situasi tersebut merupakan skenario ideal.

Mereka bisa bermain lebih pragmatis tanpa kehilangan ancaman ketika melakukan serangan cepat.

Leipzig Sempat Memperkecil Ketertinggalan

RB Leipzig belum menyerah.

Beberapa menit setelah Como mencetak gol ketiga, Leipzig akhirnya mendapatkan gol balasan melalui Andrija Maksimovic pada menit ke-58.

Skor berubah menjadi 3-1 dan sempat muncul harapan bagi tim tamu untuk melakukan comeback.

Namun, Como tidak panik.

Mereka tetap menjaga struktur permainan dan tidak membiarkan gol tersebut mengubah pendekatan secara drastis. Leipzig memang mulai lebih aktif menyerang, tetapi Como mampu bertahan sambil tetap mencari peluang dari ruang yang ditinggalkan lawan.

Kedisiplinan tersebut akhirnya menjadi pembeda.

Perrone Tutup Debut dengan Gol Keempat

Como akhirnya memastikan malam bersejarah tersebut dengan gol keempat pada penghujung pertandingan.

Maximo Perrone mencetak gol pada menit ke-90 untuk mengubah skor menjadi 4-1.

Gol tersebut lahir setelah kerja sama serangan yang melibatkan Kean dan Nico Paz. Perrone kemudian menyelesaikan peluang untuk memastikan kemenangan besar Como di hadapan pendukung sendiri.

Peluit panjang kemudian memastikan Como meraih kemenangan 4-1.

Bukan hanya tiga poin yang mereka dapatkan, tetapi juga sebuah kemenangan yang langsung masuk ke dalam sejarah klub.

Analisis: Como Menang Lewat Keberanian dan Efektivitas

Jika melihat pertandingan secara keseluruhan, kemenangan Como tidak bisa dianggap sekadar keberuntungan.

Tim asuhan Cesc Fabregas menunjukkan keberanian untuk memainkan sepak bola yang cukup proaktif. Mereka tidak memilih menunggu Leipzig sepanjang pertandingan, melainkan berusaha menguasai area penting di lini tengah.

Nico Paz menjadi salah satu pemain penting dalam skema tersebut.

Pemain asal Argentina itu membantu Como mengontrol tempo dan menjadi penghubung antara lini tengah dengan sektor penyerangan. Luis Milla juga memberikan stabilitas ketika Como harus menghadapi tekanan dari Leipzig.

Kombinasi keduanya membuat Como mampu mengontrol pertandingan dengan lebih baik daripada yang mungkin diperkirakan sebelum laga.

Transisi Cepat Jadi Senjata Como

Salah satu aspek yang paling menarik adalah cara Como memanfaatkan transisi.

Ketika Leipzig kehilangan bola, Como langsung mencari ruang di belakang lini pertahanan lawan. Kecepatan pemain depan membuat pertahanan Leipzig tidak memiliki banyak waktu untuk kembali membentuk struktur.

Tiga dari empat gol Como menunjukkan betapa pentingnya kemampuan mereka memanfaatkan ruang.

Sebaliknya, Leipzig terlihat kurang solid ketika kehilangan bola. Jarak antar pemain terlalu mudah terbuka dan Como mampu mengeksploitasi celah tersebut.

Kritik terhadap performa Leipzig bahkan datang dari bek mereka sendiri, Willi Orban, yang menyoroti kurangnya intensitas, jarak antar pemain, pengambilan keputusan, dan organisasi tim sepanjang pertandingan.

Cesc Fabregas Berhasil Membawa Como Naik Level

Kemenangan ini juga tidak bisa dipisahkan dari proyek besar Como dalam beberapa tahun terakhir.

Como berkembang sangat cepat hingga mampu mencapai level tertinggi sepak bola Eropa. Dalam waktu relatif singkat, mereka berubah dari klub yang berada di kasta bawah sepak bola Italia menjadi peserta Liga Champions.

Cesc Fabregas menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan tersebut.

Sebagai pelatih, ia berhasil membangun identitas permainan yang cukup jelas. Como tidak hanya mengandalkan fisik atau pertahanan dalam menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.

Sebaliknya, mereka berani memainkan bola, membangun serangan dari lini belakang, dan memanfaatkan kreativitas pemain di lini tengah.

Kemenangan atas Leipzig menjadi bukti awal bahwa proyek tersebut mulai menghasilkan sesuatu di level Eropa.

Como Jadi Sorotan Utama Italia

Hasil pertandingan ini terasa semakin besar jika melihat performa klub-klub Italia lainnya pada game week pertama.

Napoli kalah tipis 0-1 ketika menghadapi Arsenal. Inter Milan juga harus mengakui keunggulan Real Madrid dengan skor 1-2. Sementara itu, Roma hanya mampu membawa pulang hasil imbang 1-1 dari markas Fenerbahce.

Di tengah hasil tersebut, Como justru tampil paling meyakinkan.

Mereka bukan hanya menang, tetapi mencetak empat gol dan menunjukkan performa yang membuat publik Eropa mulai memperhatikan klub asal kota Como tersebut.

Debut Sempurna, Tantangan Berikutnya Lebih Berat

Kemenangan 4-1 memberikan Como modal luar biasa untuk menjalani pertandingan-pertandingan berikutnya di fase liga Champions League.

Namun, perjalanan masih panjang.

Como harus mampu mempertahankan konsistensi ketika menghadapi lawan dengan kualitas berbeda. Tim-tim yang sudah melihat pertandingan melawan Leipzig tentu akan mulai mempelajari cara menghentikan permainan mereka.

Bagi Fabregas dan para pemainnya, tantangan berikutnya bukan lagi membuktikan bahwa Como pantas berada di Champions League.

Mereka sudah menjawab pertanyaan tersebut di pertandingan pertama.

Kini, tugas Como adalah menunjukkan bahwa kemenangan atas Leipzig bukan sekadar kejutan satu malam, melainkan awal dari perjalanan panjang klub Italia tersebut di panggung terbesar sepak bola Eropa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *